Latest Updates
Selamat datang di Blog Kelompoktani "Karya Sejahtera" Desa Bagorejo Kec. Gumukmas Kab. Jember Akta Notaris No. 200/26 Mei 2015/
Showing posts with label PETERNAKAN. Show all posts
Showing posts with label PETERNAKAN. Show all posts

" Cara Menetaskan Telor Gurami "

Cara dan Penangkaran Telur Gurami

 

 Ketahanan telur gurami dalam kantong plastik dapat mencapai 24 jam, hal ini telah kami uji dalam beberapa kali kiriman, aman dan tingkat kematian yang sangat kecil.


Penetasan Telur Gurami

Penetasan telur gurami sebaiknya menggunakan bak, karena dengan menggunakan bak akan mudah dikontrol.
Pemeliharaan di bak selama 8-11 hari, atau dengan melihat melihat perubahan telur dari warna kuning menjadi kehitam hitaman. Biasanya pada waktu ini tengah ada tanda gerakan dan mulai lincah bergerak serta peka terhadap gerakan tangan.
Selama 8-11 hari, lakukan penggantian air di bak sebanyak 3-4 kali. Aturan penggantian air yaitu dengan mengurangi 2/3 banyaknya air lalu ditambah lagi dengan jumlah yang sama.
Catatan :
  • Bak dan peralatan harus dijaga sterilnya
  • Air sumur, jernih, tidak berbau (persiapkan selama kurang lebih 3 hari perendaman)
  • Pengambilan telur yang mati dan lemak yang ditimbulkan pagi dan sore hari
  • Ganti air bila sudah keruh

Pendederan

1. Pindahkan telur yang telah lincah dan peka terhadap gerakan tangan ke dalam bak. Air (kolam terpal) dengan ketinggian air kurang lebih10 cm. Beri makan dengan cacing sutra, pilih yang paling halus dan segar (cacing baru).
2. Kontrol kondisi anak ikan, air, pakan ikan dilakukan per 2 jam selama 7 hari. Pengontrolan yang dimaksud adalah :
  • Kelincahan anak ikan terjaga (tidak melemah)
  • Perubahan air (bau, kejenuhan) terjaga
  • Pakan ikan yang mati akan menimbulkan kotoran yang berlebihan
  • Dasar bak terpal yang mulai tumbuh lumut, segera bersihkan bila tumbuh lumut.
  • Sinar matahari yang bagus hanya pagi hari (06.00-10.00) menggunakan penutup dari mulsa yang mudah diatur penyinaran matahari.
3. Setelah 7 hari pengontrolan per 2 jam, secara ketat mulai dilonggarkan waktunya, misalnya pada waktu: pagi, siang dan malam. Untuk 10 hari kemudian kondisikan pakan, sinar matahari waktu siang dan udara yang bagus.
4. Ketika umur ikan sudah mencapai 25-27 hari, segera dipindahkan ke dalam kolam pendederan. Kepadatan ikan di kolam ini yaitu 1500-1750 ekor/m³ air.
Kesiapan kolam harus diperhatikan :
  • Air telah banyak mengandung plankton dengan tanda air telah berubah warna menjadi kehijauan.
  • Kedalaman air kurang dari 80 cm.
  • Air betul betul stagnan dan jauh dari pembuangan sampah dapur.
  • Sinar matahari penuh sepanjang hari dan tidak tertutup terlalu lama
  • Pakan ikan di letakkan pada tempat yang mudah dibersihkan dan hanya10-15 di bawah permukaan air.
  • Waspada hama ikan seperti larva capung, ucrit dan kumbang air, serta binatang yang merugikan seperti kecebong karena menghabiskan paka ikan.

" Cara Membuat Pakan Fermentasi Untuk Penggemukan Kambing "

" Cara Membuat Pakan Fermentasi Untuk Penggemukan Kambing "

Cara Membuat Pakan Fermentasi Untuk Usaha Penggemukan Kambing

Dengan mahalnya pakan ternak pabrikan, maka membuat pakan sendiri dari bahan organik cukup menjanjikan untuk dilihat dari sisi bisnis. Membuat pakan organik domba, dengan memanfaatkan limbah pertanian yang tidak terpakai, dan bahan-bahan yang murah, akan dihasilkan ransum untuk usaha penggemukan domba, caranya pun cukup mudah dan murah, akan tetapi menghasilkan pakan dengan kadar protein tinggi.
Bahan Baku
Secara garis besar, bahan baku dikelompokkan sebagai berikut :
1. Serat kasar : 60 %
Serat kasar yang dimaksud disini adalah bahan yang mengandung selulose tinggi/keras, contohnya : kulit kacang cacah, kangkung kering, tongkol jagung selep, kulit kacang kedelai, batang jagung dan padi cacah juga kulit kopi.
2. Serat halus : 40%
Serat halus, meliputi dedak/katul, ampas kopra, jagung halus, tritan(limbah dari penyedap rasa)
3. Air
Dapat memakai air apapun, baik air yang sumbernya PDAM maupun air tanah
4. Bakteri Fermentor Instant
Bisa menggunakan bakteri fermentor instan pabrikan yang berbentuk bubuk maupun cair, dan dapat juga melakukan kultur bakteri sendiri.
5. Bumbu
Bumbu disini terdiri dari, garam grosok, Pupuk urea (hanya diambil kadar Nitrogen), dan tetes tebu.

Cara membuat (100kg)
1. campurkan serat kasar dan serat halus dengan perhitungan 60% serat kasar dan 40% serat halus, misalkan serat kasar terdiri dari kangkung kering 30kg, kulit kopi 15kg, kulit kacang 15kg – 20kg. sedangkan serat halus adalah katul 10kg, tritan 25kg, ampas kopra 5kg.Campurkan secara merata.
SPM_A0736
SPM_A0737
2. Membuat bumbu, air kira-kira 100ltr, campur dengan garam grosok 2kg, tetes tebu 4ltr, pupuk urea 0.5kg, dan campurkan dengan bakteri fermentor bubuk instan 1/2 bungkus untuk 100kg. Aduk semua bahan hingga tercampur merata.
3. Siramkan bumbu ke gabungan serat kasar dan halus, aduk hingga benar-benar merata, jangan terlalu basah.
SPM_A0739
SPM_A0740
4. Setelah tercampur rata, masukkan hasil campuran kedalam tong plastik, dengan diinjak disetiap lapisannya agar padat, lalu tutup rapat tong tersebut agar tidak ada udara yang dapat masuk dan bahan bisa tumbuh jamur.
SPM_A0738
NYX
5. Simpan selama 3 – 5 hari, maka pakan sudah dapat digunakan. pakan lunak, organik, murah dan tentu tinggi protein. bahan 100kg akan menjadi 2 tong besar.
Selamat mencoba !

"CARA MENETASKAN TELOR AYAM ARAB DENGAN MESIN TETAS"

  • Hari 1 : Telor dimasukkan pada pagi hari, bagian ujung di bawah dan bagian tumpul di atas dengan sudut 40'> tutup lubang ventilasi udara suhu 38'C.
  • Hari 2 : pintu mesin masih tetap tertutup.
  • Hari 3 : telur diputar 3 kali sehari telor jangan dikeluarkan dari mesin penetas.
  • Hari 4 : telor dibalik dan didinginkan dengan cara membuka lubang ventilasi 1/4 bagian selama 15 menit.
  • Hari 5 : telor dibalik dan didinginkan ventilasi 1/2 bagian.
  • Hari 6 : telor dibalik dan didinginkan ventilasi dibuka 3/4 bagian.
  • Hari 7 : telor dibalik dan didinginkan ventilasi dibuka seluruhnya, buang telor yang kosong jika telor kelihatan jernih bagian dalamnya maka kosong dan singkirkan saja.
  • Hari 8 - 13 : telor dibalik dan didinginkan.
  • Hari 14 : telor dibalik dan didinginkan kemudian cari telor yang bibitnya mati, telor yang mati terlihat lingkaran darah atau cairan sedangkan yang hidup akan terlihat suatu titik dengan cabang.
  • Hari 15 - 17 : telor dibalik dan didinginkan.
  • Hari 18 : telor dibalik kemudian mesin tidak dibuka lagi sampai menetas.
  • Hari 19 : telor mulai retak, gantungkan kain basah tetapi jangan sampai menetes pada pipa pengantar panas, fungsinya untuk menambah kelembaban udara pada mesin penetas.
  • Hari 20 : telor mulai menetas, 
  • Hari 21 : telor sudah menetas, kain dan bak air dikeluarkan dari mesin tetas.
  • Hari 22 : anak ayam siap dipindahkan ke peti induk buatan.
Cara menetaskan telor Ayam  arab ini dengan mesin penetas membutuhkan waktu 21 hari, tingkat keberhasilan ditentukan oleh berbagai faktor seperti kondisi udara dalam mesin, kwalitas telor serta mesin penetas yang dipakai apabila ada hal - hal yang kurang jelas mengenai hal ini harap kontak di Sini agar admin dapat menjawabnya sekian terima kasih.

Jual Beli

Recent Post no Thumbnail by Tutorial Blogspot

Perlu Dibaca

Recent Post no Thumbnail by Tutorial Blogspot

Perlu Dibaca

Recent Post no Thumbnail by Tutorial Blogspot